Penyebab Stroke Ringan

Penyebab Stroke Ringan yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA) pada dasarnya sama dengan stroke secara umum. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya suplai darah ke otak karena adanya gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak. Ingin tahu faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke ringan? Mari simak ulasan berikut!

Pada kasus TIA, penyumbatan aliran darah hanya terjadi sebentar dan suplai darah akan kembali normal sebelum ada kerusakan di otak. Ini sebabnya, gejala stroke ringan yang muncul hanya berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam.

Sumbatan tersebut biasanya disebabkan oleh gumpalan darah atau plak (aterosklerosis) yang menghambat aliran darah pada otak. Selain karena plak atau bekuan darah, sumbatan aliran darah otak juga bisa terjadi karena adanya gelembung udara atau emboli udara pada pembuluh darah otak.

Meski dapat membaik dengan sendirinya, stroke ringan ini tetap perlu mendapatkan perawatan medis secepatnya. Jika tidak diobati, stroke ringan berpotensi menyebabkan stroke atau kerusakan otak permanen.

Faktor Risiko Stroke Ringan

Berikut ini adalah sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke ringan:

Gaya hidup tidak sehat

Seseorang yang gaya hidupnya tidak sehat lebih berisiko untuk mengalami TIA. Kebiasaan atau gaya hidup tidak sehat yang dimaksud adalah merokok, kurang olahraga, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan asin, sering mengonsumsi alkohol, dan menggunakan narkoba.

Penyakit tertentu

Stroke ringan juga lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti:

  • Hipertensi.
  • Diabetes.
  • Kolesterol tinggi.
  • Obesitas.
  • Masalah pada jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung, dan aritmia.
  • Memiliki riwayat serangan TIA atau stroke sebelumnya.
  • Kelainan darah, seperti penyakit sel sabit dan darah mudah membeku.

Usia

Menurut berbagai penelitian, orang berusia lanjut atau yang usianya lebih dari 55 tahun dikatakan lebih berisiko terkena serangan TIA dibandingkan orang yang lebih muda. Namun tidak semua kasus stroke ringan terjadi pada kelompok usia tua. Orang berusia muda pun bisa terkena kondisi ini.

Keturunan

Faktor genetik atau keturunan juga memiliki peranan dalam menyebabkan stroke ringan. Artinya, jika ada anggota keluarga sedarah Anda yang pernah mengalami stroke atau TIA, maka Anda juga berisiko terkena stroke ringan.

Gejala stroke ringan yang tidak berlangsung lama dan tidak mengakibatkan kerusakan permanen pada otak membuat kebanyakan orang menganggap remeh kondisi ini. Padahal jika dibiarkan, stroke ringan dapat berkembang menjadi penyakit stroke yang berbahaya.

Guna mencegah hal itu terjadi, setiap orang perlu melakukan upaya pencegahan sejak dini, yakni dengan mencegah penyumbatan pembuluh darah otak sebagai penyebab stroke ringan.

Caranya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti menghindari asap rokok ataupun merokok, membatasi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam, rutin berolahraga, membatasi konsumsi alkohol, dan tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Jika terdapat gejala stroke ringan yang muncul mendadak, seperti kelemahan atau lumpuh pada bagian tubuh tertentu, Parestesia, sulit bicara, kehilangan keseimbangan tubuh, dan pingsan, segeralah berobat ke dokter terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *