Pedagang Setuju Keputusan Relokasi

Pedagang Setuju Keputusan Relokasi Pasar Dengklok

Pedagang Setuju Keputusan Relokasi – Rencana pembangunan Pasar Rengasdengklok sudah jauh-jauh hari diwacanakan. Pedagang pun tidak ragu direlokasi, tapi semua harus kompak.

Pedagang Setuju Keputusan Relokasi

Ahmad Atorid (41) warga Dusun Bojong Karya 2, Desa Rengasdengklok Selatan, mengatakan sangat setuju jika Pasar Rengasdengklok dipindahkan tempatnya. Namun harus ditertibkan dahulu semua pedagang kaki lima. Mulai dari portal Kalanganyar sampai Kampung Baru ujung Pasar Rengasdengklok.

Dia mengaku disamping menertibkan, harus dihitung dahulu keseluruhan pedagang kaki lima di pinggir jalan Pasar Rengasdengklok. Kemudian jumlah pedagang yang akan direlokasi di Dusun Warudoyong berapa luasnya. “Kalau dibentuk rukonya terdapat berapa bangunannya,” katanya kepada Radar Karawang, Kamis (18/7).

Ia melanjutkan, hasil rapat sosialisasi Pasar Proklamasi Rabu (17/7) di Desa Rengasdengklok Selatan, dia berharap pemerintah dapat mengerti situasi kondisi Pasar Rengasdengklok. “Kalau pindah pasti bayar, tapi harus meringankan. Artinya sebelum pembayaran dimulai, pedagang menginginkan hasil uji coba dagang selama 100 hari,” katanya.

Atorid melanjutkan, jika hasil dagang stabil selama 100 hari, pihaknya mengaku akan siap membayar apa yang diinstruksikan pemerintah. “Asal ada uji coba dulu selama 100 hari,” ungkapnya.

Dia mengaku dulu sempat semua pedagang dipindahkan ke Bedeng, ternyata orang yang belanjanya tidak ada alias sepi. Apalagi ini mau dipindahkan di tengah-tengah totoang artinya tidak ramai. “Jangan sampai dulu pernah dipindahkan waktu di Terminal Bedeng, ternyata hasilnya nihil,” katanya.

Ade Sucipto, sekdes Rengasdengklok Selatan membenarkan ada sosialisasi Pasar Proklamasi. “Kemarin kita hanya memfasiltasi saja, karena pasar itu skala kecamatan,” tuturnya.

Sri Redzeky, Camat Rengasdengklok mengatakan, pembahasan soal Pasar Proklamasi yang dilaksanakan di Desa Rengasdengklok Selatan, hanya sebatas sosialisasi masalah penawaran harga saja, dan kemarin pun masih sedikit dari perwakilan pedagang Rengasdengklok yang hadir. “PKS (Perjanjian Kerja Sama) sudah ditandatangani antara PT Visi Indonesia Mandiri (VIM) dengan kepala Disperindag, sekarang itu masih sosialisai masalah harga, dan ketika dilemparkan harga ke pedagang kaki lima ternyata pedagang kaki lima masih minta waktu untuk disosialisakan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *