Makan Mie Shirataki

Makan Mie Shirataki, Benarkah Dapat Menurunkan Berat Badan?

Makan Mie Shirataki – Dari berbagai jenis mi yang dijual di pasaran, pernahkah Anda mendengar atau melihat mie shirataki? Mie shirataki yang khas dengan warna putih agak bening ini, disebut-sebut bisa membantu untuk mendukung program diet penurunan berat badan. Benarkah demikian?

Apa kandungan zat gizi yang ada di dalam mie shirataki?

Belakangan ini, pamor mie shirataki memang tampak sedang naik daun. Pasalnya, mie shirataki dikabarkan baik untuk Anda yang sedang diet menurunkan berat badan. Namun sebelum mencari tahu lebih lanjut mengenai hal tersebut, tidak ada salahnya untuk mengulik menganai kandungan zat gizi di dalam mie yang satu ini.

Mie shirataki adalah jenis mi yang diolah dari akar tanaman konjac (konnyaku), atau yang sering disebut sebagai serat glucomannan. Itulah mengapa mie shirataki juga dikenal dengan nama mie konjac.

Konjac atau konnyaku sendiri, merupakan tanaman umbi-umbian yang biasanya tumbuh di negara Jepang, Cina, dan beberapa wilayah di Asia Tenggara. Selain diolah menjadi mi, akar tanaman konjac juga sering dijadikan bahan baku dalam pembuatan tahu, makanan ringan, maupun dibentuk menyerupai nasi.

Namun sebelum diolah menjadi mie shirataki dan beberapa jenis makanan lainnya, akar tanaman konjac akan diolah menjadi tepung terlebih dahulu. Setelah itu, tepung yang dihasilkan baru dibuat menjadi aneka macam makanan, termasuk mie shirataki yang dikabarkan bisa untuk diet.

Secara keseluruhan, mie shirataki mengandung cukup banyak air dan serat, tapi sedikit kandungan lemak, protein, dan kalori di dalamnya. Menariknya, mie shirataki juga rendah kandungan karbohidrat, sehingga aman untuk mencegah kenaikan gula darah.

Melihat berbagai kandungan zat gizi tersebut, mungkin membuat Anda bertanya-tanya mengenai kebenaran mie shirataki yang disebut-sebut bisa untuk diet.

Benarkah bisa membantu untuk diet?

Sebenarnya, mie shirataki bisa menjadi salah satu pilihan makanan untuk mendukung progam diet dalam menurunkan berat badan. Ini karena shirataki memiliki kandungan serat yang cukup tinggi, sehingga dapat membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama.

Alhasil, porsi dan frekuensi makan Anda bisa jadi lebih sedikit, seperti hasil yang didapatkan oleh penelitian dalam jurnal Obesity Review. Turut menambahkan hal tersebut, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Diabetes Research and Clinical Practice, mengungkapkan hasil serupa.

Faktanya, mengonsumsi sumber makanan yang mengandung serat glucomannan bisa membantu menurunkan kadar hormon ghrelin. Hormon ghrelin adalah hormon yang bertugas untuk mengirimkan sinyal lapar ke otak, sehingga membuat nafsu makan meningkat.

Namun di sisi lain, penelitian yang ada pada Journal of Obesity, menemukan hasil sebaliknya. Penelitian yang dilakukan selama 8 minggu ini, tidak menemukan adanya perbedaan penurunan berat badan meski sama-sama minum serat glucomannan.

Baik itu pada orang yang berat badannya berlebih, maupun orang yang berat badannya ideal. Di mana serat glucomannan ini merupakan bahan dasar mie shirataki, kerap dimakan untuk diet.

Hal ini diduga karena glucomannan yang diminum berbentuk tablet suplemen, dan kemungkinan memiliki efek yang sama seperti makan mie shirataki. Secara garis besarnya, penelitian yang ada hanya melibatkan kandungan serupa yang juga terdapat di dalam mie shirataki.

Sejauh ini, belum ada penelitian secara khusus yang benar-benar membahas bahwa shirataki bisa dimanfaatkan untuk diet menurunkan berat badan.

Hati-hati, makan rendah karbo terlalu sering juga bisa berdampak buruk

Selain belum terbukti sepenuhnya secara ilmiah, ada hal lain juga yang sebaiknya diperhatikan sebelum makan mie shirataki setiap hari. Seperti yang sudah Anda tahu, mie shirataki kerap dimanfaatkan untuk diet berat kandungan karbohidratnya yang rendah.

Ketika asupan karbohidrat yang diterima oleh tubuh terlalu sedikit, terlebih berlangsung setiap hari, otomatis kadar Insulin tubuh bisa menurun drastis. Kondisi ini kemudian memicu pelepasan lemak sebagai pengganti sumber energi.

Akibatnya, tubuh memproduksi banyak asam lemak bernama keton. Dalam kondisi kelaparan atau kekurangan asupan karbohidrat, keton dapat memberikan sejumlah energi guna menunjang kerja otak.

Sayangnya, jika berlangsung dalam waktu yang cukup lama, zat keton ini berisiko mengganggu fungsi tubuh. Inilah salah satu hal yang membuat Anda tidak dianjurkan membatasi jumlah asupan karbohidrat terlalu lama.

Jika berencana untuk diet menurunkan berat badan dengan rutin makan mie shirataki, ada baiknya untuk mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *